Berapa Lama Mata Merah yang Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan Bisa Hilang?

Wecome Strategic-Staff di Situs Kami!

Strategic-Staff – Sejumlah penyintas bencana Kanjuruhan di Malang masih berwajah merah beberapa hari setelah kejadian itu terjadi. Dari foto yang beredar di media sosial, tampak korban mengalami mata merah pada bagian sklera atau bagian putih mata. Berapa Lama Mata Merah yang Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan Bisa Hilang?

Dokter Spesialis Mata Prof. dr. Nila F Moeloek menjelaskan, kejadian tersebut kemungkinan terjadi akibat reaksi kimia akibat paparan gas air mata yang ditembakkan polisi di tribun Stadion Kanjuruhan Malang. 11 Cara Mengatasi Susah Tidur Tanpa Obat, Kenali Penyebabnya

“Bisa juga iritasi. Kalau darahnya merah banget, jadi merah. Tapi kalau merah, sepertinya ada yang alergi, bisa juga alergi,” kata Menkes periode 2014-2019. Suporter Arema FC (Aremania), Kevia Naswa Ainur Rohma memperlihatkan wajahnya yang masih memerah akibat salah satu korban luka dalam bencana Kanjuruhan di Kedungkandang, Malang, Jawa Timur, Rabu (12/10/2022). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj].

Ia menjelaskan, mata merah merupakan cara tubuh melindungi diri dari bahan kimia yang masuk. Pembuluh darah pada mata memberikan perlindungan agar bahan kimia dari gas air mata tidak masuk ke mata.

Kendati demikian, Profesor Nila menegaskan kecil kemungkinan kondisi tersebut menyebabkan mata terkena katarak.

“Kalau cepat dicuci tidak akan (menyebabkan katarak),” ujarnya.

Agar sklera menjadi putih dan normal, menurut Prof. Tentu saja hal ini bisa berbeda pada setiap orang.

“Tidak apa-apa. Reaksi tiap orang mungkin berbeda-beda,” kata Prof. Nila.

Sebelumnya, dokter spesialis mata JEC Kedoya dr Florence Meilani Manurung, SpM., juga mengatakan, kondisi mata merah bisa hilang dengan sendirinya, asalkan penglihatan tidak tegang.

Kondisi ini bisa terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil sehingga menyebabkan mata menjadi merah atau darah menjadi merah. Berapa Lama Mata Merah yang Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan Bisa Hilang?

Kemerahan itu karena pecahnya pembuluh darah kecil. Bisa karena ada yang menggaruk atau luka akibat trauma berat. Asal tidak buram dan nyeri, kemerahan (darah subkonjungtiva) akan hilang dengan sendirinya. jelas dr Florence saat dihubungi Strategic-Staff, Minggu (9/10/2022).

Ia mengingatkan, jika mata merah terasa nyeri dan penglihatan menjadi sedikit kabur, sebaiknya segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.