Penjualan Mobil di Indonesia Mandeg 1 Juta Unit, Toyota: Pajak Ketinggian

Selamat datang Strategic-Staff di Website Kami!

Jakarta – Penjualan Mobil di Indonesia Mandeg 1 Juta Unit, Toyota: Pajak Ketinggian

Pasar mobil Indonesia mengalami tonggak sejarah satu juta atau mentok di angka satu juta unit dalam satu dekade terakhir. Pasar mobil di Indonesia memang belum berkembang namun pemain-pemain baru bermunculan.

Pasar mobil di Indonesia berkisar satu juta per tahun, meski rata-rata kepemilikan mobil masih berkisar 99 mobil per 1.000 penduduk. Penjualan mobil terbesar di Indonesia terjadi pada tahun 2013 yang mencapai 1.229.811 unit, kemudian terus menurun pada tahun berikutnya namun tetap di level jutaan.

“Kenapa waktu itu naik banyak, karena harga produknya bagus, PDB (produk dalam negeri) kita naik waktu itu, lalu pemerintah kasih “subsidi” untuk minyak, lalu LCGC (car green cost) dan ada banyak dari mereka. sesuatu, lalu “Ada model MPV yang lebih rendah, dengan tunjangan bahan bakar, lalu PPN (Pajak Pertambahan Nilai) tidak setinggi sekarang,” kata Vice President PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam di Karawang, Jawa Barat. , Senin (22/1/2024).

Insentif diperlukan untuk mendorong pertumbuhan pasar, tercermin dari penurunan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang dilakukan pemerintah pada masa Covid-19 yang mengalami penurunan penjualan cukup signifikan, namun permintaan kembali meningkat setelah pemerintah memberikan pembebasan PPnBM. . Pertamina dan Toyota Kembangkan Ekosistem Hidrogen untuk Transportasi

Insentif pengembalian dana (DTP) PPnBM bagi kendaraan roda dua terbukti mampu memberikan dorongan bagi peningkatan industri pendukung, khususnya yang bergerak di bidang suku cadang mobil. Dengan kebijakan tersebut, beberapa sektor manufaktur dapat tumbuh melampaui pertumbuhan perekonomian nasional pada tahun 2021 sebesar 3,69%.

“Kita lihat kalau hari raya (PPnBM) melonjak cepat, tapi dari segi politik kurang populer karena terkesan memberikan dorongan kepada orang kaya. Ini sulit bagi pemerintah. Pajak yang dibayarkan tidak dikurangi,” kata Bob.

Bob mengatakan, dirinya telah berbicara dengan pemerintah mengenai insentif pajak untuk meningkatkan pasar mobil bekas hingga satu juta. Masalahnya, jumlahnya tidak bertambah dalam 10 tahun terakhir.

“Kami mentransfer hati kami selama epidemi, tidak hanya epidemi (insentif), tetapi di masa depan. Kami mentransfer bahwa perusahaan kami sekarang memasuki ekonomi yang mahal, karena selalu merupakan pajak, terutama tidak menumbuhkan pasar. Menghilangkan mahal yang mahal yang mahal yang mahal, karena mahal yang mahal yang mahal yang mahal mahal yang mahal ekonomi”. “Kantor berjalan dengan baik, kita bisa mendatangkan investasi dan tumbuh lebih dari 5 persen”, ujarnya.

Selain itu, untuk menghindari jebakan sejuta unit, selain fokus pada cara meningkatkan pasar domestik Indonesia, fokus juga harus fokus pada pasar luar negeri. Thailand masih menjadi juara dalam produksi mobil dibandingkan Indonesia.

“Pajak kita tinggi, kalau mau beli mobil kena pajak seratus persen,” jelas Bob.

Dengan tumbuhnya pasar tersebut, diharapkan investor akan tertarik pada berbagai produk mobil. Ya, saat ini Indonesia penuh dengan pemain asal China yang mengoleksi mobil di dalamnya. Namun bagaimana dengan pasar negara berkembang?

Bandingkan dengan Thailand jagoan Asia Tenggara, pajaknya bagaimana. Pajaknya rendah, kurang dari setengahnya. Tidak ada jarak antar lokasi. Lalu” kami menaikkan PPNnya”, kata Bob.

“Misalnya Thailand, dengan pajak seperti itu, pasarnya tumbuh, Anda membayar pajak kepada pemerintah. Akhirnya pajak yang dipungut pemerintah tidak turun meskipun perusahaan sudah beroperasi sehingga akan menghasilkan pajak lagi bagi pemerintah. ” kata Bob.

“Menaikkan pajak tidak selalu menjadi solusi, namun menurunkan pajak merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan penerimaan negara, jangan salah kita perlu hati-hati, karena industri mobil ini tidak tumbuh sejuta-jutaan ini, jadi kalau ada yang datang. masuk, artinya dia akan mengambil tempat itu. “Sudah lama. Padahal yang lama sudah ada infrastruktur, ada investasi, dll, jadi seperti kita pergi,” jelasnya lagi.

Berdasarkan ceramah LPEM (Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial) FEB UI di GIIAS 2023, pendapatan tahunan Indonesia meningkat tipis sebesar 3,65 persen,- masih berada pada kelompok berpendapatan menengah pertama. Sedikit peningkatan pendapatan per kapita disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi sekitar lima persen pada periode 2015-2022. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab penjualan mobil di Indonesia stagnan di level jutaan.

Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara masih mencari cara untuk mensukseskannya guna meningkatkan jumlah penjualan dan konsumsi domestik pabrik mobil di Indonesia. Penjualan Mobil di Indonesia Mandeg 1 Juta Unit, Toyota: Pajak Ketinggian

“Kami tidak putus asa mencari solusi, kami sekarang mempelajari LPEM UI, kenapa sepuluh tahun masih ada sejuta, banyak yang dilihat, apakah mobilnya terlalu mahal, bahkan dari aspek lain. perlu, misalnya pertumbuhan ekonomi, kajiannya belum dilakukan, kata Kukuh.

Soal tingginya pajak, Inspektur Kendaraan Yannes Pasaribu pun mengamini. Instrumen perpajakan yang ditetapkan antara lain pajak sektoral, pajak tambahan, pajak penjualan barang mewah (PPnBM), biaya pendaftaran, dan berbagai jenis biaya pemeriksaan. , tugas retroaktif. , STNK, dll.

“Harga mobil di Indonesia sangat mahal, karena selain pajak yang dikenakan pada mobil tersebut, terdapat berbagai pajak lainnya mulai dari keberangkatan mobil dari pabrik hingga ke dealer. lebih tinggi,” kata akademisi ITB itu dulu.

Tonton video “Toyota bZ4X Full Test: Tidak Terasa Seperti Mobil Jepang!” (riar/din)