Rp800 Juta Tabungan Siswa SDN Digondol Kepala Sekolah, Begini Kata OJK

Wecome Strategic-Staff di Situs Kami!

Tasikmalaya – Otoritas Jasa Perekonomian Tasikmalaya (OJK) angkat bicara soal kasus perbankan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pakemitan 1 dan 3 di Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, yang diduga dibawa oleh mantan kepala sekolah berinisial I-S. Rp800 Juta Tabungan Siswa SDN Digondol Kepala Sekolah, Begini Kata OJK

Pj Presiden OJK Tasikmalaya Misyar Bonowisanto mengatakan hingga saat ini pemerintah dan pihak bank terus menyediakan layanan penyimpanan uang bagi pelajar. Sistem tersebut dinamakan Kejar, kependekan dari Rekening Pelajar, yang didalamnya terdapat Sistem Tabungan Pelajar (Sederhana).

“Pemerintah dalam hal ini OJK telah mengembangkan model umum dengan sistem Kejar yaitu satu akun satu pelajar. Dimana produknya adalah Tabungan Pelajar atau Simpel. Sasarannya adalah siswa sekolah hingga SMA,” kata Misyar. saat saya temui di kantornya, Selasa 25 Juli 2023. Yayasan Universitas Prof Dr Moestopo Lantik Pengurus dan Pengawas Baru, Apa Harapannya?

Menurut Misyar, rencana fleksibel itu bisa diterapkan pada seluruh siswa mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas (SMA). Di program Mudah juga, pelajar tidak akan keberatan karena depositnya murah mulai dari Rp 1000. “Sasarannya adalah siswa dari tingkat PAUD hingga SMA. Dengan setoran murah, tabungan pelajar bisa mulai dari Rp 1.000,” ujarnya.

“Sudah banyak yang menerapkan hal ini. Kalau mudah bisa dilakukan secara kolektif di sekolah atau secara individu ketika orang tua pergi ke bank untuk menyelamatkan siswanya. Pelajar buka rekening di bank konvensional hanya Rp 5000, lalu di bank syariah hanya Rp 1000, sudah bisa menabung dan sudah punya tabungan.

Diakui Misyar, program Simpel sudah lama diterapkan di sekolah-sekolah yang bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) Priangan Timur dan Perbankan. Bahkan, OJK mengeluarkan surat edaran yang meminta mahasiswa mengikuti program Easy.

“Program yang disederhanakan didistribusikan secara luas di sekolah-sekolah. Kami di Priangan Timur telah menjalin kerjasama dengan 7 kota kabupaten dan perbankan. Di setiap kota dan wilayah, kami mengeluarkan bagian yang meminta mereka untuk berpartisipasi dalam program ini. Tujuannya agar siswa gemar menabung sejak dini,” ujarnya.

Misyar menghimbau kepada semua orang terutama orang tua dan sekolah untuk mempercayakan tabungannya kepada bank. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa risiko terjamin dan OJK diawasi dengan jelas. Hal ini berbeda dengan tahanan sekolah yang keamanannya sulit diawasi.

“Kalau dari kebijakan pasar sudah ada, sekarang kita tinggal sekolah lagi, bagaimana kita mendorong siswa untuk menabung di bank. Buat apa ke bank, biar jelas risikonya dijamin lewat OJK, LPSnya juga ada, daripada disimpan di guru atau di sekolah yang sulit diawasi,” pungkas Misyar.

Sebelumnya, ratusan orang tua siswa Sekolah Dasar Negeri Pakemit 3 (SDN), di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, memperjuangkan pihak sekolah untuk mengembalikan tabungan anaknya pada Sabtu, 22 Juli 2023 lalu. . hilang.oleh kepala sekolah (Kepsek).

Kebingungan tabungan mahasiswa ini sudah berlangsung sejak Mei 2023, biasanya orang tua mahasiswa bisa menarik tabungannya sebelum proses gelar. Namun pihak sekolah menjelaskan bahwa dana tersebut dikelola oleh mantan CEO SDN 3 Pakemit dengan inisiatif IS, yang juga menjabat sebagai direktur utama di SDN 1 Pakemitan. Rp800 Juta Tabungan Siswa SDN Digondol Kepala Sekolah, Begini Kata OJK

Ratusan orang tua siswa yang marah berkumpul di GOR Desa Pakemitan Kidul untuk mengambil keputusan bersama pihak sekolah, kemudian bersama pengurus dan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya meminta komentar atas tabungan siswa yang berjumlah kurang lebih Rp 800 juta.

Laporan: Bos Denden Ahdani Danacita mengaku membutuhkan bantuan keuangan mahasiswa sesuai aturan OJK. CEO PT Inclusive Finance Group (Danacita), Alphonsus Vibowo mengatakan, pinjaman tersebut dihimpun untuk penerima uang, termasuk mahasiswa ITB. Strategic-Staff 3 Maret 2024