Arsip Tag: bayi korea sedikit

Angka Kelahiran Bayi di Korea Merosot: Ribuan Day Care Tutup, Panti Wreda Tumbuh Subur

Strategic-Staff, JAKARTA – Dalam lima tahun, jumlah tempat penitipan anak yang beroperasi di Korea Selatan mengalami penurunan lebih dari 20 persen. Namun, jumlah fasilitas lansia di Korea Selatan meningkat secara signifikan selama periode ini.

Berdasarkan angka terbaru dari pemerintah Korea Selatan, terdapat lebih dari 40 ribu fasilitas penitipan anak yang beroperasi di negara tersebut pada tahun 2017. Namun pada akhir tahun 2022, jumlah tersebut akan turun menjadi 30.900 fasilitas, CNN melaporkan Kamis (1/). 2/2024).

Tren serupa juga terlihat di Seoul, ibu kota Korea Selatan. Jumlah pusat penitipan anak di kota ini mengalami penurunan sebesar 24 persen, dari 6.226 fasilitas pada tahun 2017 menjadi 4.712 pada tahun 2022.

Seperti dilansir Korea Herald, pusat penitipan anak di Seoul mengalami penurunan selama delapan tahun berturut-turut dari tahun 2014 hingga 2022. Pada tahun 2014, jumlah pusat penitipan anak di Seoul dilaporkan sebanyak 6.787. Jumlah tersebut menurun menjadi 6.598 pada tahun 2015, kemudian menjadi 6.368 pada tahun 2016, hingga mencapai di bawah 5.000 pada tahun 2022.

Penurunan ini terkait dengan rendahnya angka kelahiran di Korea Selatan. Hal ini tidak hanya berdampak pada fasilitas penitipan anak, tetapi banyak sekolah dasar, menengah, dan menengah atas di Korea Selatan yang harus ditutup karena kurangnya siswa usia sekolah.

Sebuah sekolah di Daejeon, Seoul yang ditutup karena kekurangan siswa kini diubah menjadi ruang fotografi. Nuansa gedung kosong yang sedikit seram juga membuat gedung sekolah ini menjadi destinasi populer bagi komunitas penjelajah kota.

Ironisnya, pada periode yang sama, yakni 2017-2022, jumlah fasilitas (panti) lansia di Korea Selatan meningkat signifikan. Jumlah fasilitas untuk lansia meningkat dari 76.000 pada tahun 2017 menjadi 89.643 pada tahun 2022, menurut kementerian Korea Selatan. Orang tua untuk membantu

Kedua tren ini mencerminkan situasi yang dihadapi Korea Selatan saat ini. Di satu sisi, Korea Selatan merupakan negara dengan pertumbuhan populasi lansia tercepat di dunia. Di sisi lain, Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia.

Korea Selatan telah menunjukkan tren penurunan angka kelahiran sejak tahun 2015. Penurunan tersebut tampaknya tidak kunjung membaik meskipun pemerintah telah memberikan insentif keuangan berupa subsidi perumahan bagi pasangan yang memiliki lebih banyak anak.

Mengapa angka kelahiran rendah?

Selama periode 12 tahun, jumlah kelahiran di Korea Selatan telah menurun secara signifikan dari sekitar 640 ribu pada tahun 2000 menjadi 249 ribu pada tahun 2022, Statista melaporkan. Faktanya, agar pasar tenaga kerja dapat berfungsi, Korea Selatan membutuhkan setidaknya 500.000 kelahiran setiap tahunnya. Oleh karena itu, situasi ini dianggap sebagai masalah yang mendekati krisis nasional menurut Financial Times.

Menurut banyak ahli, banyak faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya angka kelahiran di Korea Selatan. Beberapa di antaranya adalah budaya kerja yang menantang, upah yang stagnan, meningkatnya biaya hidup, dan beban keuangan dalam membesarkan anak. Selain itu, masyarakat Korea Selatan juga menunjukkan perubahan sikap terhadap pernikahan dan kesetaraan gender.

Selain itu, semakin banyak perempuan di Korea Selatan yang memilih untuk tidak menikah, tidak memiliki anak, dan tidak menjalin hubungan, lapor BBC. Pergerakan ini didorong oleh berbagai faktor seperti tidak merasakan sakit saat melahirkan, ingin fokus pada mimpi dan menjalani hidup sendiri, lamaran pekerjaan.