Arsip Tag: garam

YLKI Sebut 15 Merek Garam di DKI Kadar Yodiumnya di Bawah SNI

Jakarta –

Indonesia merupakan salah satu negara yang paling terkena dampak akibat kekurangan yodium (GAKY). Misalnya, hal ini mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, sehingga berpotensi menurunkan kecerdasan. Kelompok yang berisiko mengalami masalah akibat kekurangan yodium adalah anak-anak dan ibu hamil.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya mengatasi masalah tersebut dengan menambahkan yodium pada garam sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Ini dianggap sebagai cara yang aman dan efektif untuk mendapatkan yodium atau yodium dengan benar.

Namun sayangnya, Yayasan Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat masih ada pengusaha yang memproduksi garam tidak memenuhi SNI. Faktanya, banyak produk garam yang beredar memiliki kadar yodium di bawah SNI.

Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan pada Agustus-Desember 2022 terhadap populasi konsumen garam di sekitar DKI Jakarta.

Penelitian ini menggunakan sampel 70 produk dengan penjelasan ilmiah yang rinci, dengan perbandingan jenis produk garam yang digunakan berbeda.

Sampel yang digunakan dalam penelitian juga memiliki dua metode, yaitu metode memasukkan garam halus, garam batu bata atau garam kasar, dan garam makanan yang dijual di wilayah DKI Jakarta. Sedangkan proses eksklusi melibatkan garam crosoc yang tidak digunakan sebagai garam.

Penelitian dilakukan di wilayah DKI Jakarta yang merupakan garam terbaik sebesar 89 persen pada sampel wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat.

“Tujuan survei adalah untuk mengetahui kandungan iodium pada garam yang ada di masyarakat. Serta mengetahui kemasan produk garam, kehalalan, iodium, kadaluarsa dan izin ekspor,” kata Niti Emiliana, Divisi Riset YLKI. Pres. diskusi

Hasil penelitian menunjukkan sekitar 33,33 persen produk garam yang beredar di Jakarta Utara tidak memenuhi standar SNI. Faktanya, sekitar 8,6 persen produk garam yang beredar di DKI tidak memiliki label yang mencantumkan garam beryodium dan 21,4 persen atau sekitar 15 sampel produk memiliki kadar yodium di bawah standar SNI pada garam yang beredar.

“Ada 15 sampel yang kami uji yang berada di bawah standar SNI, dengan kandungan yodium di bawah 30 ppm,” imbuhnya.

Selain itu, sekitar 10 persen sampel garam dari 70 produsen tidak memiliki label SNI, dan 14 persen sampel garam tidak berlabel. Hak ekspor 1 persen​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​ ​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​mendapat izin ekspor, 1 persen ​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​mendapatkan NIE yang tidak terdaftar di BPOM.

“28,6 persen sampel tidak memiliki dokumen kadaluwarsa dan 1,4 persen sampel memiliki dokumen kadaluwarsa, namun sudah tidak berlaku lagi. Sekitar 17,1 persen sampel tidak memiliki keterangan halal pada kemasannya,” ujarnya. ditambahkan

Oleh karena itu, YLKI mengimbau pemerintah tegas dalam menerapkan pengawasan terhadap produk pangan yang diolah melalui pasar atau pra-pasar, guna menjamin keamanan produk yang diterima masyarakat.

Kedua, bagi produsen, utamakan keselamatan konsumen dengan memilih bahan baku terbaik dalam proses produksinya, kemudian melakukan pengecekan menyeluruh terhadap proses pengendalian dengan mencantumkan nomor izin, tanggal kadaluarsa, informasi kegunaan, dan informasi halal. Peraturan Nomor 30 Tahun 2013,” lanjutnya. Simak video “Pakar Gizi Jawab Diet, Sebaiknya Batasi Garam dan Gula” (suc/up)